KUNJUNGAN KERJA DISPERINDAG PROVINSI BANTEN DAN KABUPATEN LEBAK KE PASAR RANGKASBITUNG

KUNJUNGAN KERJA DISPERINDAG PROVINSI BANTEN DAN KABUPATEN LEBAK KE PASAR RANGKASBITUNG
KUNJUNGAN KERJA DISPERINDAG PROVINSI BANTEN DAN KABUPATEN LEBAK KE PASAR RANGKASBITUNG
KUNJUNGAN KERJA DISPERINDAG PROVINSI BANTEN DAN KABUPATEN LEBAK KE PASAR RANGKASBITUNG

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali setidaknya memberikan dampak kepada pelaku usaha bahkan pekerja. Menyikapi hal tersebut, Kabid. Perdagangan dalam Negeri Disperindag Provinsi Banten Drs. Sukandar, M.Si bersama Kabid. Perdagangan Kabupaten Lebak Dedi Setiawan melakukan pemantauan keberadaan bahan pokok (sembako) masyarakat di Pasar Rangkasbitung pada hari kamis, 15 juli 2021.

 

Informasi yang didapatkan dari pantauan yang dilakukan dengan mewawancarai para pedagang di pasar Rangkasbitung, bahwa stok bahan pokok (sembako) masyarakat relatif aman dan harganya pun stabil. Akan tetapi jumlah pengunjung ataupun pembeli mengalami penurunan yang signifikan.

 

“Pembeli menurun parah, 75% tidak ada” jelas Evi (Pedagang Ikan)

 

Pedagang ikan hanya memasok 25% persediaan ikan , dari yang biasanya sekali memasok sekitar 1 kwintal menjadi hanya sekitar 25-30 kg saja karna penurunan pengunjung ataupun pembeli yang cukup signifikan. Begitu juga pedagang beras yang biasanya memasok 8 ton beras per minggu, menjadi kurang dari 3 ton saja per minggu

 

“Hasil pemantauan kita terkait perkembangan harga di pasar Rangkasbitung relatif normal, hanya mungkin dari tingkat pengunjung saja yang berkurang sekitar 50%,” terang Dedi Setiawan Kabid Perdagangan Kabupaten Lebak

 

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Banten yang ikut serta dalam pemantauan keberadaan bahan pokok (sembako) masyarakat juga mengkonfirmasi bahwa adanya penurunan pengunjung ataupun pembeli dampak dari PPKM Darurat yang sedang berlangsung.

 

“Melihat dari pemantauan tadi, distribusi pasokan bahan pokok yang kita lihat tadi dalam kondisi aman. Hanya saja jumlah konsumen yang berkurang karena memang dalam kondisi PPKM Darurat.” Ujar Drs. Sukandar, M.Si Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Banten