Pemerintah Daerah bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok

Pemerintah Daerah bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok
Pemerintah Daerah bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengintruksikan kepada seluruh Pejabat eselon I dan II untuk memonitoring  produksi 12 bahan pokok, stok pasar dan harga secara intensif di 34 Provinsi.

Pada hari Selasa, 12 April 2022 dilaksanakan kegiatan Monitoring di Pasar Induk Rau, Kota Serang. Siti Munifah hadir langsung di Pasar Rau, Kota Serang sebagai Penanggungjawab Provinsi Banten dalam pelaksanaan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok, Stok pasar dan Kestabilan Harga. Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP Kementan juga turut hadir dalam kegiatan ini.

"Semua harus turun. Jangan tunggu laporan di meja. Kalau kita turun, tentu memberi warning. Tiap Penanggungjawab juga diperintah ekspos kegiatan sidak dan koordinasi dengan pemda. Jangan keduluan media datang ke pasar tanpa koordinasi otoritas terkait," kata Mentan Syahrul yang dikutip Siti Munifah.

Siti Munifah didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Dr. Al Muktabar, M.Sc, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten H. Babar Suharso, ST., M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Dr.Ir.Hj. Aan Muawanah,MM dan Kepala Dinas Pertanian Ir. H. Agus M. Tauchid S, M.Si.

Pada kegiatan Monitoring ini , Siti Munifah berbincang dengan beberapa pedagang di Pasar Rau, Kota Serang, guna mengecek Ketersediaan 12 Bahan Pokok yaitu beras, bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, cabe rawit merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, termasuk minyak goreng.

"Semua pangan pokok cukup tanpa lonjakan harga. Cuma harga minyak goreng kemasan masih tinggi," kata Siti Munifah.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Dr. Al Muktabar, M.Sc mengapresiasi kehadiran utusan Kementerian Pertanian guna mendukung Provinsi Banten mengambil Tindakan segera untuk mengatasi kendala suplai dan gejolak harga pangan.

Hasil Monitoring yang dilakukan Siti Munifah, untuk tepung terigu Rp11 ribu, telur ayam Rp24 ribu, daging ayam Rp38 ribu, bawang merah Rp25 ribu, cabai merah Rp35 ribu, jeroan sapi Rp45 hingga Rp50 ribu, minyak goreng kemasan Rp48 ribu, bawang putih Rp28 ribu, beras Rp10 ribu.

"Daging campur Rp100 ribu, daging sapi segar Rp140 ribu, daging sapi beku dari India Rp90 hingga Rp100 ribu," kata Iman seorang pedagang daging di Pasar Rau, Kota Serang.

Toko grosir yang cukup besar di Pasar Rau Toko Maju Mandiri mengatakan “Inshaa Allah stok dan harga aman hingga lebaran.”

"Kementan harapkan petani pemasok maupun pedagang menjalin komunikasi dan koordinasi. Artinya, ketika stok pangan tertentu minus maka pedagang di pasar lain yang sedang surplus bisa segera mendistribusikan, sehingga pedagang maupun petani tetap untung. Kebutuhan konsumen pun tercukupi," kata Siti Munifah.