Rapat Forum Renja Perdagangan Tahun 2027, Perkuat Sinkronisasi Program dan Arah Kebijakan Perdagangan Provinsi Banten
Serang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten menggelar kegiatan Rapat Forum Rencana Kerja (Renja) Perdagangan Tahun 2027 yang bertempat di Ruang Rapat Disperindag Provinsi Banten, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disperindag Provinsi Banten, Dr. TB. Regiasa Fajar, SE., M.TP, mewakili Kepala Disperindag Provinsi Banten Dr. Iwan Hermawan, ST., MM. Forum ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan dan program pembangunan sektor perdagangan tahun 2027, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam sambutannya, Dr. TB. Regiasa Fajar menyampaikan bahwa Forum Renja merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif dan terintegrasi. Melalui forum ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan konstruktif guna menyempurnakan rancangan program dan kegiatan bidang perdagangan tahun 2027.
“Perencanaan yang baik harus berbasis data, selaras dengan dokumen perencanaan nasional dan daerah, serta responsif terhadap dinamika perekonomian dan kebutuhan masyarakat. Forum Renja ini menjadi wadah untuk memastikan program perdagangan Provinsi Banten semakin tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut:
1. H. Babar Suharso, ST., M.Si – Kepala Bappeda Provinsi Banten
2. Niken Agustin – Analis Perdagangan Ahli Muda Direktorat Bina Pasar Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI
3. Rangga – Perencana Ahli Pratama, Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan RI
4. Lilis Verawati – Perdagangan Ahli Madya, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI
Kepala Bappeda Provinsi Banten, H. Babar Suharso, ST., M.Si dalam paparannya menekankan pentingnya sinkronisasi antara Renja Perangkat Daerah dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Ia mengingatkan agar program perdagangan mendukung prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi daerah, pengendalian inflasi, serta peningkatan daya saing produk lokal.
Sementara itu, Niken Agustin dari Direktorat Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag RI memaparkan arah kebijakan pemerintah pusat dalam penguatan pasar rakyat, stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok, serta transformasi perdagangan berbasis digital. Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengawasan distribusi barang dan perlindungan konsumen.
Rangga dari Biro Perencanaan Sekjen Kemendag RI menyampaikan pentingnya penyusunan program yang terukur dan selaras dengan indikator kinerja nasional. Ia juga menekankan perlunya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar target pembangunan sektor perdagangan dapat tercapai secara optimal.
Sedangkan Lilis Verawati dari Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI memaparkan strategi peningkatan ekspor daerah, termasuk pengembangan komoditas unggulan Banten, peningkatan kualitas dan daya saing produk, serta perluasan akses pasar ekspor. Ia mendorong agar pelaku usaha di Banten dapat lebih difasilitasi dalam sertifikasi, promosi dagang, dan pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional.
Forum Renja Perdagangan Tahun 2027 ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Disperindag Provinsi Banten, perwakilan kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan terkait. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan terkait penguatan sistem distribusi, pengembangan pasar rakyat, perlindungan konsumen, hingga peningkatan ekspor dan digitalisasi perdagangan.
Melalui kegiatan ini, Disperindag Provinsi Banten berharap dapat menghasilkan rumusan program dan kegiatan perdagangan Tahun 2027 yang lebih komprehensif, adaptif terhadap tantangan global dan nasional, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.