FGD BI (BANK INDONESIA), SEKRETARIS DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN MENJADI NARASUMBER
Serang, 26 Juni 2026 – Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Dr. Tb. Regiasa Fajar SE., M.TP Mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Dr. Iwan Hermawan, ST., MM, menghadiri undangan BI (Bank Indonesia) Melalui Zoom Meating Menjadi Narasumber di Kegiatan Rapat BI (Bank Indonesia), 26/06/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tb. Regiasa Fajar SE., M.TP. menjelaskan sebagai Narasumber, Pentingnya Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten mengalami tren penurunan akibat dominasi industri hulu dan masih terbatasnya upaya hilirisasi dan Provinsi Banten memiliki keunggulan komparatif dengan letak geografis strategis di jalur perdagangan nasional dan keberadaan kawasan industri berskala besar di Cilegon, Serang, dan Tangerang.
Banten juga memiliki Kontribusi PDRB 2025: Berdasarkan data BPS, PDRB Banten Atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2025 mencapai Rp936,20 triliun. Industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar dengan nilai Rp285,31 triliun atau berkontribusi sebesar 30,48% terhadap total perekonomian daerah dan Target Outlook 2026: Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perindustrian dan Perdagangan menetapkan target pertumbuhan PDRB sektor industri sebesar 6,06% pada tahun 2026, dengan target kontribusi terhadap PDRB sebesar 33,49% secara spesifik untuk indikator kinerja sasaran perangkat daerah. Selain itu, target penambahan jumlah pelaku usaha industri di Banten diproyeksikan tumbuh 14,16% pada 2026.
Sekretaris Disperindag juga menjelaskan bahwa Analisis Sektor industri pengolahan terbukti masih menjadi pilar absolut perekonomian Banten dengan sumbangan 30,48% terhadap PDRB. Namun, target kontribusi sektor industri secara makro menunjukkan tantangan struktural, di mana Banten terlalu bertumpu pada industri hulu. Untuk mencapai target outlook pertumbuhan 6,06% pada tahun 2026, sangat diperlukan dorongan produktivitas dan ekspansi investasi baru. Tanpa adanya dorongan struktural menuju hilirisasi, Banten berisiko kehilangan potensi nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja secara optimal.
Selain itu, Strategi Pemerintah Daerah Provinsi Banten Melalui Disperindag akan menerapkan beberapa strategi utama yang selaras dengan RPJMD 2025-2026 dan RPIP Banten yaitu, Hilirisasi dan Fasilitasi Investasi: Mendorong hilirisasi industri pengolahan berbasis potensi unggulan daerah dan menyediakan kemudahan perizinan serta insentif investasi di kawasan peruntukan industri.Program Banten Ramah: Penguatan dan pengembangan kawasan industri padat karya, serta memfasilitasi kemitraan yang mengintegrasikan IKM dalam rantai pasok industri besar.Pengembangan SDM Terampil: Membangun link and match yang sinergis antara dunia pendidikan dengan kebutuhan kompetensi sektor industri.
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan dari pejabat pejabat dan Staf BI (Bank Indonesia) Perwakilan Banten dan dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Melalui forum diskusi ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam membangun konektivitas wilayah yang efektif dan efisien. Dengan demikian, sektor industri dan perdagangan dapat semakin berperan dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia Barat.