Kepala Disperindag Banten Hadiri Gerakan Tanam Jagung Hibrida Dukung Swasembada Pangan 2026
Lebak, 21 April 2026 — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Dr. Iwan Hermawan, ST., MM, menghadiri sekaligus melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Jagung Hibrida bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten dalam rangka mendukung program swasembada pangan Tahun 2026.
Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni dan Bupati Kabupaten Lebak Hadir dan membuka acara pada kegiatan tersebut. Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua Komisi 2 DPRD Provinsi Banten, Asda 2 Provinsi Banten, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kepala BPS Provinsi Banten, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Banten, Tenaga Ahli dan Direktur Kementan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya, Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Selasa (21/4). Gerakan ini menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan produksi komoditas pangan, khususnya jagung, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten menyampaikan bahwa sinergi antar perangkat daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian pangan di Provinsi Banten.
“Kegiatan gerakan tanam jagung hibrida ini merupakan langkah konkret dalam mendukung swasembada pangan tahun 2026. Kolaborasi antara sektor pertanian dan perdagangan sangat penting untuk memastikan tidak hanya produksi yang meningkat, tetapi juga distribusi dan stabilitas harga tetap terjaga,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan industri berbasis hasil pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong semangat para petani untuk terus meningkatkan produktivitas serta memperkuat peran sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah.